Rabu, 04 Desember 2013

PELAKSANAAN ASUHAN KEBIDANAN



Asuhan Kebidanan adalah penerapan dan fungsi kegiatan yang menjadi tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan klien yang mempunyai kebutuhan atas masalah dalam bidang kesehatan masa ibu hamil, masa ibu bersalin dan masa nifas.
Pada pelaksanaan asuhan kebidanan, rencana asuhan menyeluruh dilaksanakan secara efisien dan aman. Realisasi dari perencanaan dapat dilakukan oleh bidan, pasien, atau anggota keluarga yang lain. Jika bidan tidak melakukannya sendiri, ia tetap memikul tanggung jawab atas terlaksananya seluruh perencanaan.
Dalam situasi ketika bidan harus berkolaborasi dengan dokter, misalkan karena pasien mengalami komplikasi, bidan masih tetap bertanggung jawab terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama tersebut. Manegement yang efisien akan menyingkat waktu, biaya, dan meningkatkan mutu asuhan.
Keberhasilan pelayanan akan dipengaruhi oleh pengetahuan dan cara pandang bidan dalam kaitan hubungan timbal balik antara manusia/wanita, lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan dan keturunan.

                           a. Tindakan Mandiri
Pelayanan kebidanan mandiri adalah layanan Bidan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Bidan itu sendiri. Pelayanan tersebut biasanya dilaksanakan di rumah bidan praktik swasta atau klinik – klinik bersalin milik bidan. Dalam melaksanakan asuhan bidan dituntut harus professional dan kompeten agar dapat mencegah terjadinya komplikasi atau masalah selama pemberian asuhan pada masa nifas
Contoh tindakan mandiri yang biasa dilakukan bidan dalam pemberian asuhan masa nifas dapat dilihat dalam peran bidan dalam membantu ibu proses pascapersalinan. Tindakan tersebut antara lain :
Ø  Pemantauan dalam 4 jam pertama post partum ( vital sign, tanda-tanda perdarahan)
Ø  Perawatan ibu post partum
Ø  Bimbingan menyusui dini
Ø  Bimbingan pemantauan kontraksi uterus kepada pasien dan keluarga
Ø  Pemberian dukungan psikologis kepada pasien dan suami
Ø  Pemberian pendidikan kesehatan
Ø  Pemberian tablet vitamin A dan zat besi roborantia
Ø  Bimbingan cara perawatan diri dan payudara 

                        b.  Tindakan Kolaborasi
Bidan dapat berkolaborasi jika terdapat adanya indikasi dalam situasi darurat dimana bidan harus segera bertindak dalam rangka menyelamatkan  jiwa pasien.
Merupakan tugas yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu urutan dari proses kegiatan pelayanan kesehatan :
1.        Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai  fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
2.        Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan  pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan  kolaborasi.
3.        Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan pertolongan  pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
4.        Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang  memerlukan tindakan kolaborasi dengan klien dan keluarga.
5.        Memberikan asuhan pada BBL dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama  dengan tindakan kolaborasi dengan meliatkan klien dan keluarga.
6.        Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga.
Contoh tindakan kolaborasi dalam masa nifas:
a).     Dengan dokter ahli kandungan
·   Penanganan perdarahan dan infeksi
b).     Dengan psikolog
·   Penanganan depresi post partum lanjut
·   Penganganan depresi karena kehilangan
c).     Dengan ahli gizi
·   Penaganan anemi berat
·   Upaya perbaikan status gizi pada ibu nifas dengan status gizi buruk
·   Penanganana pada pasien yang mengalami kehilangan nafsu makan dalam jangka waktu yang lama
·   Konsultasi penyusunan menu seimbang pada pasien vegetarian
·   Konsultasi penyusunan menu seimbang pada pasien dengan keadaan tertentu (penyakit DM, jantung, infeksi kronis )
d).     Dengan ahli fisioterapi
·   Penanganan pasien dengan keluhan nyeri pada otot yang berkepanjangan
·   Pemulihan kondisi pasien setelah operasi sesar
e).     Dengan dokter ahli penyakit dalam
·   Penanganan pasien dengan penyakit infeksi (misalnya, TBC, hepatitis, infeksi saluran pencernaan)
·   Penanganan HIV/AIDS
·   Penanganan pasien dengan penyakit gangguan pernapasan
·   Penanganan pasien dengan penyakit DM dan jantung

Rincian tugas kolaborasi
§  Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan
§  Menentukan diagnosa, prognosa, dan prioritas
§  Menyusun rencana asuhan kebidanan
§  Melaksanakan asuhan kebidanan
§  Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan
§  Menyusun rencana tindak lanjut
§  Membuat pencatatan dan pelaporan

c.   Tindakan Pengawasan
v  Monitoring Post Partum
a).     Sangat penting karena sering terjadinya kematian
b).     Pengawasan dalam 2 -6 jam pertama meliputi :
·      Perdarahan
·      Laktasi
·      Eklamsi
v  Kunjungan 6 jam
a).     Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
b).     Mendeteksi dan melakukan tindakan penyebab lain seperti perdarahan : rujuk jika perdarahan berlanjut
c).     Memberikan konseling pada ibu / keluarga
d).     Pemberian ASI awal
e).     Mengajarkan mobilisasi
f).      Membantu untuk mencoba BAK sendiri
g).     Melakukan hubungan antara ibu dan BBL
h).     Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi
i).      Petugas kesehatan yang menolong persalinan harus tinggal 2 jam pertama setelah kelahiran dengan memantau vital sign.
v  Kunjungan 6 hari
a)       Memantau KU, Kesadaran,Vital Sign
b)      Memastikan involusi uterus berjalan normal
c)       Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi/ perdarahan abnormal
d)      Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat
e)       Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit serta memantau gangguan emosional.
f)        Memberikan konseling asuhan pada bayi.
g)       Memperhatikan hubungan/respon suami/ keluarga
h)      Memotivasi untuk memberi nama Islami, aqiqoh jika mampu, mencukur rambut dll.

v  Konseling sebelum kembali ke rumah
a)       Asuhan untuk ibu dan bayi secara islami
b)      Nutrisi ibu dan bayi
c)       Personal Higiene khususnya genetalia
d)      Teknik menyusui
e)       Pola istirahat/tidur
f)        Dampingan suami/keluarga
g)       Respon ibu dan ayah dengan bayi
h)      Immunisasi
i)        Keluarga Berencana
j)        Kelanjutan aktivitas hubungan sex
k)      Tanda bahaya ibu dan bayi

v  Kunjungan 6 minggu
a).     Asuhan seperti 6 hari masa nifas
b).     Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia atau bayi alami
c).     Memberi konseling untuk ber KB secara dini
d).     Memberi konseling untuk melakukan hubungan suami istri bila menghendaki

d.    Pendidikan/penyuluhan Askeb
a).  Pasien
·      Waspada tanda-tanda bahaya
·Perawatan diri dan bayi
·Gizi (in take cairan dan nutrisi)
·Kecukupan kebutuhan istirahat dan tidur
·Konsumsi vitamin dan tablet zat besi
·Cara menyusui yang benar
·Komunikasi dengan bayi
·Perawatan bayi sehari-hari
b).  Suami
·   Pengambilan keputusan terhadap bahaya istri dan bayi
·   Pengambilan keputusan kebutuhan istirahat dan nutrisi istri dan bayi
·   Orang yang paling siaga dalam keadaan darurat istri dan bayi
·   Dukungan yang positif bagi istri dalam keberhasilan proses adaptasi peran ibu dan proses menyusui.
c).  Keluarga
·   Pemberian dukungan mental bagi pasien dalam adaptasi peran dan proses menyusui
·   Memfasilitasi kebutuhan istirahat dan tidur bagi pasien 
-  Mendukung pola makan yang seimbang bagi pasien

0 komentar:

Posting Komentar

 

Welcome Blog Bidan Cantik © 2008. Design By: Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates